Biografi Karakter "Project Revenge" (1)
Damar Prasetya (Damar)
Umur: 20 - 22 tahun
Tempat/tanggal lahir: Kediri/23 Agustus 1989
Tinggi: 182 cm
Pekerjaan: Mahasiswa, pembantai roh jahat.
Keahlian: Menggambar, melakukan pekerjaan rumah tangga.
Yang disuka: Nana, zona nyaman.
Yang dibenci: Makhluk halus, tantangan.
Visual image: Ji Chang Wook
Hidup Damar tidak ada bagus-bagusnya. Dia penakut dan selalu sial. Bisa menjalani hari-hari yang monoton tanpa gejolak dan tantangan adalah harapannya. Tapi takdir memaksa Damar keluar dari zona nyaman. Pertemuan dengan Weling Seta, jin penunggu keris legendaris, mengubah hidupnya yang hambar menjadi penuh kejutan. Dan kejutan terbesar bagi Damar adalah mengetahui masa lalunya yang terhubung dengan kisah Calon Arang.
Kalau ada yang ingin diperjuangkan Damar, itu pasti sesuatu yang berhubungan dengan Nana, adik semata wayang yang diam-diam dicintainya. Demi kebahagiaan Nana, ia rela mengorbankan cita-cita dan membuat masa depannya tak terarah. Makin lama, tujuan hidup Damar makin tidak jelas karena mengikuti kepentingan Nana. Atau mungkin ... hidup Damar sebenarnya memang untuk Nana?
Pertama kali terbayang tokoh Damar waktu lihat foto Ji Chang Wook dengan dandanan ala kutu buku. Ekspresinya di foto itu kelihatan songong, padahal kutu buku kan harusnya pintar, bukan songong 🤣. Dan kalau mau jujur, Ji Chang Wook punya tampang songong yang meyakinkan. Saya akui, dia ganteng luar binasa. Tapi pada ekspresi tertentu, si oppa ini bisa tampak ... ya itu tadi ... songong alias tolol. Cocok banget dengan Damar dalam visualisasi saya.
By the way, yang tadi itu bukan hate comment, ya. Justru saya kagum sama oppa Ichang yang rentang ekspresinya luas. Dari cool, manis, menggoda, sampai songong ... semuanya meyakinkan. He's one of those talented Korean actors for sure.
Penampilan Damar sebenarnya nyaris sempurna. Ganteng, tinggi, berkulit bersih. Tidak ada yang salah dengan tampang dan fisiknya. Tapi karena minder dan insecure parah, daya tariknya pun menghilang.
Menurut saya, daya tarik seseorang ditentukan dari kondisi kejiwaannya. Orang yang tampangnya biasa-biasa saja tapi percaya diri, pasti terlihat lebih menarik daripada mereka yang aslinya ganteng/cantik tapi canggung. Percaya atau tidak, sikap kita pada diri sendiri memengaruhi sikap dunia pada kita. Kalau kita meng-underestimate diri sendiri, maka orang lain pun demikian. Jadi, cintai diri kita apa adanya. Jangan pernah mengharap cinta orang lain kalau kita belum mencintai diri sendiri.
Sudah lama saya ingin menciptakan tokoh utama yang tidak menarik dan canggung secara sosial. Penasaran aja. Bisa nggak ya, tokoh seperti itu disukai pembaca?
Damar sendiri di awal cerita tidak mendapat komentar positif. Dia bahkan kalah populer dengan Raka yang notabene cuma tokoh pendukung. Tapi dengan berjalannya waktu, bergulirnya cerita, dan terungkapnya rahasia masa lalu, Damar mulai menuai simpati. Ada fans berat Raka yang pada akhirnya selalu titip salam buat Damar 🤣. Pembaca lain bahkan mengkode keras agar Damar dikasih ending yang membahagiakan. Mungkin pembaca itu merasa, saya bakal nyiksa tokoh kesayangannya 😂.
Kesimpulannya, Damar ini karakter yang cukup menantang, karena jauh dari tipikal pemeran utama cerita romance yang gagah, ganteng, kaya, macho, dan blablabla sempurna. Di cerita ini, saya harus bisa membuat Damar mengalami perkembangan karakter yang signifikan agar dia pada akhirnya pantas menyandang gelar tokoh utama.


Komentar
Posting Komentar