Tentang Project Revenge

Project Revenge adalah cerita kedua yang saya publikasi secara online. Idenya muncul setelah selesai membaca kisah Calon Arang. 

Kisah Calon Arang sebenarnya diangkat dari catatan sejarah, mengingat tokoh-tokohnya memang pernah hidup di masa lalu. Tapi catatan sejarah itu sudah diberi bumbu macam-macam oleh penulis aslinya, jadi terkesan mistis. Penulis-penulis kuno ternyata daya khayalnya tidak jauh beda dengan penulis fantasi jaman now. Suka membumbui fakta dengan hal-hal di luar nalar. Mungkin karena pembaca jadul juga suka halu 😄.

Calon Arang adalah wanita ahli ilmu hitam dari abad ke-11 (zaman Kerajaan Kahuripan yang dipimpin Prabu Erlangga) yang sakti mandraguna. Ia mempunyai putri yang cantik jelita bernama Ratna Manggali. Meski banyak pemuda terpikat pada kecantikan Ratna Manggali, tak seorang pun dari mereka berani meminangnya karena takut pada Calon Arang. 

Warga desa kemudian menyebut Ratna Manggali sebagai perempuan yang tak laku. Hal itu membuat Calon Arang murka, lalu mengutuk seluruh warga. 

Guna mengakhiri kutukan Calon Arang, Mpu Baradah--penasihat spiritual Erlangga--mengutus Bahula--murid kesayangannya--untuk menikahi Ratna Manggali. Tidak hanya itu, Bahula juga mendapat tugas mencuri kitab sihir milik Calon Arang yang berisi rahasia kesaktiannya. 

Tanpa mencurigai maksud terselubung Bahula, Ratna Manggali membantunya mengambil kitab sihir itu. Kitab sihir pun jatuh ke tangan Mpu Baradah, membuatnya mengetahui kelemahan Calon Arang dan pada akhirnya berhasil mengalahkan penyihir wanita itu.



Project Revenge berfokus pada kisah cinta Ratna Manggali dan Bahula. Konflik dimulai ketika Manggali sadar, dirinya telah diperdaya oleh Bahula. Kesedihan dan rasa bersalah Manggali atas kematian sang bunda, menghasilkan dendam tak terpadamkan. Bahkan setelah Manggali mati dan bereinkarnasi, dendam itu pun terbawa ke zaman modern. 

Lewat novel ini, saya mencoba mengangkat tema ketidakadilan. Seperti yang kita tahu, keadilan di zaman sekarang tidak mudah ditegakkan. Berapa banyak pelaku tindak kejahatan serius yang tak terungkap dan tak diproses secara hukum? Berapa banyak kasus pelecehan seksual yang dianggap remeh oleh aparat hukum? Miris memang. Tapi harus diakui jika sistem hukum di Indonesia belum berfungsi maksimal dan keadilan pun belum merata. 

Yang ingin membaca Project Revenge, silakan mampir ke Cabaca. Cabaca adalah platform novel online milik anak bangsa. Aplikasinya bisa diunduh melalui Google Play Store dan websitenya bisa diakses di cabaca.id

Komentar

Postingan Populer