Book vs E-Book
Lagi-lagi foto buku Penerbit Haru, wakwakwak. Maklum, buku-buku itu hasil khilaf pas diskon akhir tahun 2020. Jadi sayang kalau cuma difoto sekali dua kali 😆
Waktu merapikan rak buku di Goodreads, baru sadar kalau bacaan saya akhir-akhir ini jauh lebih ringan dibandingkan pas masih kuliah. Mungkin karena kapasitas otak udah menurun ya, jadi nggak bisa mikir yang berat-berat 😂 Inilah yang saya benci dari menjadi tua. Kalau tampilan sih, masih bisa dipermak pake filter hape dan photoshop 🤣. Tapi onderdil? Ya tetep aja ngikutin umur, wakwakwak (sedih).
By the way, jaman sekarang, bentuk buku mulai beragam. Ada digital book dan audio book.
Saya suka banget sama digital book karena praktis dikoleksi, nggak butuh tempat penyimpanan yang mempersempit rumah. Lebih ramah lingkungan juga, karena nggak perlu nebang pohon untuk bikin kertasnya. Sayangnya, e-book kurang ramah di mata.
Akhir-akhir ini mata saya sering berair pas lagi baca e-book. Padahal brightness udah minim, layar udah dark mode, bluelight filter nyala, bacaannya juga bukan yang mengandung bawang.
Kenapa ya?
#books #bookstagram #bookstagrammer #bookstagrammerindonesia #booksbooksbooks #booksofinstagram #booksofig #buku #novel


Komentar
Posting Komentar